10 Relawan UNP Kembali
Sebanyak 10 orang relawan UNP tahap I telah kembali dengan selamat di Padang. Relawan yang pulang tersebut, digantikan dengan 22 orang relawan tambahan yang juga telah diberangkatkan beberapa waktu lalu.
Viniko, Rechi Antara, Maizon, Rahmad Hidayat, Charlie M, Zalmasri, Abrar, Doni Saputra, Jefri dan Benni Chandra kembali ke UNP. Para relawan mahasiswa ini mengaku masih banyak tugas kemanusiaan di Aceh saat ini. belum semua jenazah korban bisa dievakuasi.
Tim UNP yang awal berangkat ini setibanya di Bandara Polonia Medan, langsung melapor dan didata di satkorlak bencana yang ada di Bandara Polonia Medan. Dari Polonia mereka kemudian berangkat dengan Hercules TNI AU menuju Banda Aceh.
Di Banda Aceh mereka kemudian bergabung dengan tim ICRC Jakarta yang telah lebih dahulu mendirikan posko di sana. Selanjutnya mereka pun mendirikan empat tenda yang sengaja dibawa dari Padang sebagai posko relawan UNP di Banda Aceh.
”Kami mengevakuasi mayat di sana. Sementara, urusan pengungsi dan korban selamat diserahkan ke tim kesehatan. Relawan UNP kebagian tugas mengumpulkan dan mengidentifikasi mayat-mayat yang ditemukan,” cerita Rechi, sekretaris tim relawan UNP, kemarin di kampusnya.
Bersama dengan anggota tim yang kembali Rechi menyatakan masih ada keinginan untuk kembali dan melaksanakan tugas kemanusiaan di sana. Hanya saja, keterbatasan tenaga dan tanggung jawab kuliah membuat mereka harus kembali.
Sementara tim I masih meninggalkan 12 anggota yang lain di Banda Aceh. 12 orang tim ini ternyata beranggotakan mahasiswa tiga orang. Lili, Indra Susanti, dan Desi Oktaviani masih bersikeras untuk tetap di lokasi sampai waktu yang belum ditentukan.
Mereka masih ingin menyumbang tenaga untuk kepentingan kemanusiaan. Tim yang dikoordinir oleh KSR-PMI UNP ini mengaku, di Banda Aceh dan sekitarnya telah berjalan koordinasi antarrelawan. Di sana, mereka difasilitasi untuk bekerja dan diberikan kelengkapan serta ransum.
Alhasil, tim II yang juga telah sampai di sana dapat fokus untuk langsung ke lapangan.
Di Banda Aceh sendiri tim mahasiswa telah lebih dahulu dipioniri oleh tim relawan Institut Teknologi Medan (ITM). Hanya selang beberapa hari usai tsunami tim ini membuka posko di sana.
Tim UNP termasuk tim yang baik koordinasinya. Selain bekerja dengan ulet mereka juga dikenal banyak berkomunikasi dengan relawan lain. Tim yang pandai ”maota” ini pun cepat dikenal. Sehingga, tak jarang relawan asing pun lebih suka berkomunikasi dengan para mahasiswa ini.
Relawan UNP pun mengaku salut dengan cara kerja tim relawan asing. Selain ulet, terkoordinasi, tim asing dilengkapi dengan fasilitas yang serba canggih dan safety.
Menurut Alfirman, Senior dan koordinator relawan saat ini akan diseleksi kembali relawan tahap ketiga untuk dikirim. Hanya, tim UNP juga sedang menunggu donasi yang akan mensupport keberangkatan mereka tersebut.
”Jika ada donasi kita segera berangkatkan. Tetapi, walaupun nanti tidak ada kita tetap akan kirimkan dengan biaya yang masih ada,” pungkas Alfirman.
Sumber: padangekspres.com, Jumat, 14-Januari-2005
Posted at 10:04 pm by ALUMNI-UNP